Perjalanan Industri Batu Marmer di Tulungagung

Marmer merupakan komoditi unggulan dari kabupaten Tulungagung yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda sampai kini.
Penambangan batu marmer ini terletak di desa Besole kecamatan Besuki.
Dan perkembangan industri marmer ini sampai ke daerah daerah sekitarnya seperti kecamatan Campur darat, juga Kecamatan Pakel.

Sejarah Batu Marmer Tulungagung




Batu Marmer adalah sebuah sumber alam yang terjadi karena proses peralihan batuan kapur yang di sebabkan oleh tekanan temperatur maupun tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen, batu kapur tersebut akan mengalami kristalisasi kembali (rekristalisasi) sehingga menghasilkan berbagai struktur foliasi mapun non foliasi dan pada akhirnya terbentuklah batu marmer.



Batu Marmer di kalangan pengusaha di kenal pula dengan batu pualam.
Menurut beberapa sumber bahwasanya penambangan Marmer di Tulungagung ini di temukan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1934 masehi.
Kemudian setelah kemerdekaan penambangan Marmer di lanjutkan oleh sebuah perusahaan yang bernama Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT)


Awalnya pengolahan marmer hanya di monopoli oleh PT IMIT saja, kemudian beberapa warga memanfaatkan limbah dari pabrik tersebut yang berupa pecahan pecahan batu Marmer menjadi sebuah produk berupa Traso.
Usaha masyarakat skala usaha rumahan ini mampu membuat perkembangan industri Marmer Tulungagung mulai berjalan.



Hingga pada tahun 1978 pemerintah pusat turun tangan dan banyak memberi sebuah pelatihan juga izin usaha kepada semua masyarakat.
Berkat itulah Industri Marmer ini mulai berkembang pesat,
Proses pengolanya juga semakin Modern dan produknya juga lebih variatif.
Para pengrajin mulai membuat konsep industri Marmer yang lebih pasaran seperti berbagai pernak pernik rumah tangga, papan nama, patung patung maupun berupa ukir ukiran.



Masa kejayaan industri Marmer ini pada era 90 an, seakan masyarakat bisa merasakan sumber alam secara mrnyeluruh.
Berbagai usaha industri Marmer bermunculan di berbagai tempat.
Hal ini mampu menaikkan taraf hidup masyarakat sekitar,
Dan Atas itulah Kabupaten Tulungagung di nobatkan menjadi kota marmer.





Krisis moneter serta guncang gancing politik nasional di tahun 1998 secara tidak langsung membuat industri Marmer Tulungagung mulai lesu.
Dan akibatnya banyak pengrajin gulung tikar, namum ada pula sebagian yang masih bertahan menggeluti usaha industri Marmer.



Dampak krisis Moneter itu tidak hanya merugikan kalangan pengusaha juga pengrajin Marmer.
Banyak di antara para pekerja yang harus kehilangan mata pencariannya.
Sehingga banyak di antara masyarakat yang beralih profesi menjadi buruh migran ataupun bercocok tanam.


Sekarang Industri Marmer di Tulungagung masih berjalan, walaupun begitu para pengusaha tidak secara baku memakai batu marmer menjadi produk utamanya.
tetapi pengusaha mulai beralih dengan produk berbagai bebatuan yang ada di sekitarnya.
Seperti batu kali yang berukuran besar di buat menjadi westafel, bak mandi maupun tempat cuci.
Dan yang berukuran kecil ditata menjadi keramik ataupun dingding.



Dan produk produk tersebut banyak di export ke luar negeri ataupun ke bali ataupun kota kota besar di indonesia.
Meski tidak seramai zaman keemasannya, namun industri Marmer di Tulungagung ini mampu beradaptasi dengan segala kondisi .


Jika anda datang ke Tulungagung, pastikan batu marmer ini menjadi cindera mata yang bisa anda bawa pulang.
Karena letak Sentra Industri Marmer Tulungagung ini berada di jalur menuju Tempat tempat wisata terkenal di Tulungagung seperti di bawah ini :








Jadi selain anda bisa menikmati keindahan pantai di Tulungagung, bisa juga mendapat hadiah batu alam khas tulungagung.


Dan bagi anda yang suka tempat tempat wisata alam ekstrem, bisa mencoba mengunjungi gua linci.

Keindahan Gua Linci di Tulungagung



Gua Linci ini masih terkait dengan industri marmer tulungagung.
karena gua ini sebenarnya adalah bekas penambangan marmer di desa ngentrong kecamatan campur darat.
Objek wisata belum lama di temukan tetapi setelah viral di berbagai media sosial akhirnya banyak dikunjungi oleh masyarakat.


Letak gua Linci yae di lereng perbukitan membuat akses jalan sulit di lalui ketika musim hujan.
Dan untuk bisa masuk kesini, pengunjung tidak di pungut biaya (gratis) tetapi hanya butuh tenaga ekstra saja.
Banyak masyarakat keindahan gua Linci mirip dengan bukit jaddih di madura ataupun bukit sekapuk di gresik.



Sebagai sebuah tempat wisata baru di Tulungagung, gua linci ini sangat cocok untuk anda jadikan thema poto prewedding.
karena dengan background tebing terjal dengan bekas pahatan, seakan seperti tebing yang di ukir.
Dan di bawahnya terdapat kolam bekas galian yang berstruktur menambah keindahan gua Linci ini


Atau jika anda berminat membuat blog yang mudah di kelola dengan handphone, bisa tengok review saya di Wikiserp Blog Builder Indonesia - Seputar Tulungagung



Sekian review tentang Perjalanan Industri Marmer di Tulungagung, apabila ada kesalahan penulis mohon koreksi di komentar.


Silahkan berkomentar yang membangun sebuah diskusi. ..
No SPAM No SARA

Click to comment
 
close